Home  Iklan  Groups  Forum  Chat  Blog  Album  Music  Video  Artikel  

banner

 

Member Login

 

Nama user

Password  



Daftar sekarang!
Lupa password?

 
 

 


 

Who's Online

 

Banyaknya tamu yang online: 79

Banyaknya anggota yang online: 5

Jumlah pengguna yang sedang online: 84

Banyaknya member saat ini : 651250

selengkapnya, klik : disini

 
 


banner


RSS bergaul

Artikel
Blog
Forum


Dikirim oleh : mataraga | Blog dikirim pada : 05-11-2008

F.X. Kuncoro Adi, S.Kom.
Vini Vidi Vici
 
 
 
 
 
All About Parabola
Kuncoro Adi, S.Kom
Berikut adalah material yang saya siapkan sebelum kegiatan ini dimulai :
Satu set piringan parabola, prime focus, Ø 115 cm. Di titik tengah parabola, kedalamannya adalah 18 cm.
C Band Low Noise Block Fedhorn (LNBF) yang fungsinya sebagai transverter dari input 3,4 – 4,2 GHz menj
adi output 0,95 – 1,75 GHz dengan bantuan Local Oscillator (LO) 5,15 GHz. Banyak orang menyebutnya sebagai Feedhorn atau LNB saja.
Kabel koaksial khusus 75 Ω penghubung dari LNBF ke Set-Top Box (STB) lengkap dengan jacknya.
Digital STB. Gunanya untuk menala sinyal keluaran LNBF, mendecode sinyal dan menghasilkan komponen audio + video yang siap diumpankan ke televisi. Saya menggunakan @Metabox I (http://www.metaware.co.kr/) karena kualitas yang baik serta firmwarenya bisa diupdate dengan mudah. Di pasaran, banyak sekali STB ditawarkan, mulai dari kelas Free-to-Air Digital STB (menangkap siaran gratis seperti siaran televisi swasta nasional) sampai yang sanggup membuka Pay Television (siaran teracak, harus berlangganan misalnya siaran IndoVision).
Televisi yang memiliki RCA/AV Input (3 kabel: 1 video + 2 stereo audio). Bila Anda memiliki perangkat Home Theatre yang mendukung Dolby Prologic II, suara stereo yang diterima dapat dialihkan ke Home Theatre sehingga siaran yang dibuat dalam tata suara surround (biasanya film-film dengan label DTS, Dolby Surround atau THX) dapat disuarakan bak bioskop pribadi .
Setelah semua disiapkan, Anda harus mencatat data berikut:
Satelit yang akan kita tala. Demi kemudahan, mari kita tala satelit AsiaSat 3S yang berlokasi di 0,0o S 105,5o E. Informasi posisi, transponder dan channel terkini ada di http://sattracker.mrtian.com/chart
Posisi parabola kita (gunakan GPS untuk mengetahuinya). Dalam hal ini QTH saya adalah di 6,12o S 106,5o E. Jika kita telaah, ternyata posisi saya hanya berbeda 6,12o S 1,0o E dengan satelit AsiaSat 3S sehingga nanti “pucuk” parabolanya kira-kira akan mendongak ke atas langit Jakarta.
Menyiapkan Parabola
Letakkan parabola di bidang (tempat terbuka) tidak ada halangan ke langit bebas serta datar. Untuk menentukan kedatarannya, Anda bisa tuang air ke baskom. Bila air penuh tepat lurus di bibir baskom berarti bidang cukup datar terhadap bumi. Bila posisinya miring, gunakan papan yang diganjal untuk mendapatkan bidang yang datar.
Gambar 1: Menentukan datar tidaknya bidang peletakkan parabola
Buatlah garis vertikal dan horizontal pada parabola untuk membantu penentuan posisinya. Titik temu garis ini harus berada tepat di dasar parabola (gunakan gundu, tempat di mana gundu diam itulah titik dasar parabola). Setelah digaris, berikan penanda empat arah mata angin seperti gambar berikut:
Gambar 2: Menggambar arah mata angin di piringan parabola
Arahkan piringan parabola ke arah mata angin menggunakan kompas yang diletakkan di dasar parabola (yaitu titik pertemuan garis vertikal horizontal tadi). Atur agar keempat arah mata angin itu sesuai dengan yang ditunjukkan di kompas.
Gambar 3: Mengarahkan piringan ke arah mata angin. Sumbu S – N masih sedang diarahkan
Pasanglah LNBF pada bracket yang disediakan LNBF pada parabola. Untuk menentukan tinggi bracket yang tepat, gunakan rumus berikut:
Gambar 4: Menentukan posisi tinggi bracket dari dasar antena
Pada badan LNBF ada angka-angka 0,42 sampai 0,30. Angka itu disebut f/D, didapat dengan membagi 45,9 cm / 115 cm = 0,40. Pasanglah LNBF tepat di posisi f/D 0,40
Gambar 5: Mengatur posisi f/D LNBF di 0,40
Pada kepala LNBF ada angka-angka -30o, 0o dan +30o. Angka itu mengatur arah polarisasi antena dalam LNBF. Aturlah garis 0o tepat ke arah W, yang berarti juga searah garis W pada piringan parabola. Tanpa mengubah posisi f/D, kencangkan mur pengunci pada posisi yang pas.
Gambar 6: Mengatur polarisasi antena dalam LNBF
Karena saya berada di 6,12o S, yaitu 6,12o di bawah garis katulistiwa maka saya harus mendongakkan piringan parabola sebanyak 6,12o di sumbu N agar posisi antena tepat mengarah ke atas katulistiwa. Karena Ø parabola 115 cm, maka dengan menghitung SIN 6,12o x 115 cm didapat 12 cm (ingatlah rumus trigonometri Sine, Cosine dan Tangent. Gunakan scientific calculator untuk memudahkan perhitungan). Yang kita lakukan ini disebut dengan mengatur “deklinasi”.
Gambar 7: Mengatur deklinasi
Karena saya berada di 106,5o E sementara satelit berada di 105,5o E berarti saya harus menurunkan posisi piringan sebesar 1,0o di sumbu W. Karena Ø parabola 115 cm, maka dengan menghitung SIN 1,0o x 115 cm didapat 2 cm. Yang kita lakukan ini adalah mengarahkan piringan parabola tepat pada orbit satelitnya. Karena hanya coba-coba, saya berikan beban tertentu ke sumbu W, diganjal di bawah sedemikian rupa sehingga piringan parabola turun tepat sebanyak 2 cm di sumbu W.
Gambar 8: Menyesuaikan piringan ke arah ke orbit satelit AsiaSat 3S
Gambar 9: Hasil akhir pemasangan parabola
Selesailah kita mengatur antena parabola. Kita akan mengatur STB. Karena pengaturan tiap merk STB berbeda-beda, gambar yang ditampilkan hanyalah sekadar acuan belaka. Pertama, masukkan konfigurasi antena pada STB, dan akhiri dengan mencari transponder serta channel yang disediakan pada satelit tersebut (otomatis ada pada STB masing-masing):
a. Satellite: AsiaSat 3S;
b. LNB Type: Standard (Frequency 5,150 MHz);
c. 22 KHz: Off;
d. Polarity: Auto.
Gambar 10: Mengatur konfigurasi antena
Jika Anda tidak dapat menemukan transponder atau channel — masukkan secara manual data salah satu TV, misalnya TV 5 ASIE:
a. Frequency: 3.670 GHz;
b. Polarity: HORIZONTAL (H);
c. Symbol Rate: 26,000 symbols/second;
d. FEC: 7/8;
e. Name: TV 5 ASIE;
f. Video PID: 1120;
g. Audio PID: 1121;
h. PCR PID: 1120.
Jika Anda menemukan beberapa channel TV secara otomatis melalui fasilitas
Search di STB — pilihlah satu channel misalnya TV 5 ASIE.
Gambar 11: Kekuatan sinyal yang diterima
Kemudian, aturlah agar sinyal diterima sebesar mungkin dengan mengkoreksi kedudukan piringan parabola. Pada gambar di atas, kekuatan sinyal yang semula hanya 20% setelah dikoreksi menjadi 73%, kualitas tetap 85% tetapi warnanya sudah hijau artinya sudah cukup stabil menerima sinyal. Pada STB yang saya miliki, gambar akan tampak baik bila sinyal ada di atas 60%, kualitas di atas 80% dan bar persentase menunjukkan warna hijau (bisa berbeda di tiap STB).
Setelah sepuluh langkah ini selesai dilalui, kita bisa mengulang pencarian transponder serta channel lain agar seluruh siaran bisa ditangkap. Ada 55 siaran TV gratis + 26 siaran radio gratis yang saya bisa nikmati (di luar siaran teracak yang jumlahnya mendekati 100). Setelah itu siaplah kita menikmati siaran dari luar negeri melalui satelit AsiaSat 3S dengan kualitas video tanpa cacat serta suara stereo yang membahana.

Gambar 12: Beberapa channel yang bisa ditangkap. Gambar di sini kurang cerah karena kamera digital memfoto langsung layar televisi
Sangat puas bisa menemukan posisi satelit secara mandiri, biar pun sinyal yang diterima pas-pasan tetapi karena mencari dengan usaha sendiri, ada ilmu berharga yang bisa kita serap. Tantangan ke depannya adalah bagaimana mencari satelit untuk TVRO lainnya seperti Palapa C2, Panamsat 7 + 10, ST 1, Thaicom23, Apstar 2R, AsiaSat 2 serta Telkom 1. Mengganti C Band LNBF dengan antena receiver/transverter band amatir radio adalah hal yang mudah setelah Anda tahu posisi satelitnya berada di mana. Antena transmitter untuk komunikasi dua arah dengan satelit biasanya Yagi; tentunya mudah ditentukan arahnya dengan bantuan referensi posisi piringan parabola kita.
 
Catatan:
Pengaturan posisi piringan parabola ini hanya untuk menerima sinyal satelit Geostationer Earth Orbit (GEO) yang orbitnya di sekitar garis katulistiwa, bukan untuk satelit Low/Medium Earth Orbit (LEO/MEO) atau yang orbitnya tidak berada di garis katulistiwa.
TENTANG BANDUL PENYEIMBANG

Lihat diagram Prinsip Kerja Bandul Penyeimbang :
Tanpa bandul, actuator bekerja mengangkat beban parabola
Dengan bandul, actuator hanya berfungsi \'mengarahkan\' parabola

Dengan demikian maka kegunaan bandul adalah :
1. Meringankan kerja actuator (otomatis umur actuator menjadi lebih panjang)
2. Perpindahan antar satelit menjadi lebih cepat (karena beban parabola=0)

Bahan Bandul :
Bandul bisa terbuat dari apa saja, bisa berupa bekas kaleng cat yg diisi semen atau besi padat. (pd gambar terdapat contoh bandul yg terbuat dari bekas kaleng cat dan besi padat bekas barbel angkat besi)

Berapa Berat Bandul seharusnya :
Utk membuat keadaan setimbang maka perhatikan gambar dan rumus sederhana X1=X2 dan Y1=Y2
artinya Berat Parabola harus sama dg Berat Bandul, dan Jarak Parabola ke Poros harus sama dgn Jarak Bandul ke Poros.
* Jgn terlalu terpaku pd rumus tsb, krn kondisi setimbang bisa didapat tanpa terlalu memusingkan rumus tsb asalkan kita membuat Berat Bandul yg flexible (bisa ditambahi/dikurangi) dan Jarak Bandul yg bisa diatur (didekatkan/dijauhkan) dari Poros.

Tips :
Bandul sebaiknya jangan di-las dg dish, lbh baik mengganti mur dan baut yg sudah ada pada dish dgn yg lbh panjang. Krn menggunakan mur dan baut akan lebih fleksibel.

sorry gambar gak ada di gaul.com 
 
 Daftar Frekwensi
Palapa C2 last updated 2008-10-31
Freq.
Tp
Provider Name
Channel Name
System
Encryption
SR-FEC
SID-VPID
NID-TID
Audio
Beam
Source
Updated
3765 H
tp 2H
   
DVB
5555-3/4
    2 -   33
65535-1
  36 In
D Effendi
041118
3774 H
tp 2H
   
DVB
6520-3/4
    1 - 1160
?-?
1120 In
Deni Ahau
080618
 
1122 In
3836 V
   
DVB
MPEG-4
2090-3/4
  49
  52 K
beam
Planko
080712
3926 H
tp 6H
   
DVB
4208-3/4
    2 -   33
65535-1
  36 In
Planko
031022
3934 H
tp 6H
   
DVB
6620-3/4
2201
2202 In
D Effendi
080302
4054 H
tp 9H
 
TV One(Indonesia)
 
DVB
5632-3/4
 308
 256 In
Planko
080803
4055 V
tp 9V
 
ANTV(Indonesia)
 
DVB
6510-3/4
   10 -  257
4369-1
 258 In
Hir
080807
4074 V
tp 9V
   
DVB
6500-3/4
    1 - 1110
1-1
1211 In
N Kawano
031205
   
    2
1215 In
4080 H
tp 10H
   
DVB
28125-3/4
65535-1
Deni Ahau
080916
   
 517
 655 A
Metro TV(Indonesia)
 
MPEG-4
 519
 657 In
Metro TV(Indonesia)
 
MPEG-4
 520
 658 In
   
    1
 514
 652 In
Metro TV(Indonesia)
   
    2
 513
 651 In
   
    4
 515
 653 In
   
    5
 516
 654 In
   
 655
   
 660 In
   
 661 In
 
 663
   
 664 In
   
 664 In
   
 665
Pop FM 103
 
 666 In
4107 V
tp 10V
 
KTV(South Korea)
 
DVB
Xcrypt
3000-3/4
 257
 258 K
Deni Ahau
080820
4165 H
tp 12H
D Effendi
080513
Palapa C2 last updated 2008-10-31
4184 V
tp 12V
   
DVB
6700-3/4
    1 - 1110
1-1
1211 In
D Sharp
050920
Radio Dangdut
1213
 
Freq.
Tp
Provider Name
Channel Name
System
Encryption
SR-FEC
SID-VPID
NID-TID
Audio
Beam
Source
Updated
10990 H
tp 1
DVB
5000-3/4
Deni Ahau
080916
TV One(Indonesia)
   
1058
1059 In
ANTV(Indonesia)
   
1068
1069 In
(Satelindo feeds)
1078
1079
Palapa C2 last updated 2008-10-31
 
  
 
 
Telkom 1 last updated 2008-10-31
Freq.
Tp
Provider Name
Channel Name
System
Encryption
SR-FEC
SID-VPID
NID-TID
Audio
Beam
Source
Updated
3776 H
tp 2
   
DVB
4285-3/4
  33
  36 P
Indonesia
D Effendi
070510
 
  37 P
3785 H
tp 3
   
DVB
4000-3/4
 308
 256 In
Indonesia
Planko
080712
3797 H
tp 3
 
TVRI Papua(15-18)
 
DVB
3900-3/4
 308
 256 In
Indonesia
Planko
080712
3807 H
tp 3
   
DVB
4000-3/4
  33
  36 In
Indonesia
Deni Ahau
080802
3990 H
tp 8
   
DVB
6000-3/4
 308
 256 In
Indonesia
Deni Ahau
080731
4015 H
tp 8
 
TVRI Aceh(16-19)
 
DVB
6000-3/4
 308
 256 In
Indonesia
D Effendi
070804
4028 H
tp 9
(RCTI feeds)
DVB
5500-3/4
Indonesia
Deni Ahau
080524
4040 H
tp 9
   
DVB
3000-3/4
  33
  36 In
Indonesia
Deni Ahau
080926
4075 H
tp 10
(Trans 7 feeds)
DVB
6000-3/4
Indonesia
Deni Ahau
080818
4084 H
tp 10
   
DVB
6000-3/4
  33
  36 In
Indonesia
Nanang Dj
040604
4092 H
tp 10
TV Mandiri Papua
DVB
3570-3/4
 512
 256
Indonesia
Deni Ahau
080618
4097 H
tp 10
   
DVB
3125-3/4
 5001 -  308
?-?
 256 In
Indonesia
Hidayat
050125
   
 5001
 257 In
4130 V
tp 23
Indonesia
Deni Ahau
080921
   
 256 In
   
 257 In
   
 258 In
Colour codes on this satellite chart:
analog/clear
analog/encrypted
digital/clear
digital/encrypted
HD/clear
HD/encrypted
internet/interactive
feeds
 
 


komentar : 1 | dibaca : 12570 kali
Komentar :
galang1977
galang1977(1)
Dikirim pada tanggal 05 Oktober 2008
tolong dong ada gamm barrya  
  Halaman  1   

Untuk memberikan komentar terhadap isi blog diatas maka anda harus login terlebih dahulu

 

 



 

Search

 

Cari teman!

Cewek   Cowok


Cari berdasarkan lokasi
Nama Kota :

 
 






SocialTwist Tell-a-Friend



   
 

 


Copyright © 2007-2012 Dot.Us, All Rights Reserved. Patent Pending.

Report Abuse, Postingan tidak bener, SARA dll

Interested to advertise on this site?

Click here to bookmark Bergaul

Bergaul is a content partner of Remko's forum for Android